Rabu, 03 April 2013

PEMUDA INDONESIA BERCERITA DIANTARA


Dengan berkembangnya akses informasi ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan kreatifitas Pemuda. Pemuda sebagai pucuk sebuah peradaban bangsa yang kita kenal dan diharapkan oleh orang terdepan kita seperti bapak, ibu, nenek, dan Pahlawan kita. Semua fasilitas akses seharusnya ditempatkan sesuai  peruntukannya yaitu dimanfaatkan untuk kebaikan. Ternyata Harapan tidak selalu sesuai harapan yang dibangun.

Dengan berkembangnya sumber akses sebagai benih kebaikan, ternyata menyusul perkembangan ketidakbaikan bahkan lebih cepat dan merambat hingga ke akar sehingga Pemuda hari ini mengalami degradasi. Pemuda tersentuh sesuatu yang tidak perlu disentuh. Pemuda mengetahui sesuatu yang tidak perlu diketahui. Pemuda menjadi yang tidak perlu menjadi. Akhirnya banya pemuda yang GALAU. Ketika disuruh membangun bangsa, ia mengatakan diri saya  belum bisa saya bagunkan,  apalagi ingin bangun bangsa, saya sebenarnya sudah mulai bangkit namun tidur lagi, saya tidak mengenal diri saya (Kehilangan karakter).

Karakter adalah sesuatu yang sangat penting dan perlu dijaga, secara tidak langsung karakter dibangun sejak dikeluarga, SD sampai SMA yang mungkin sampai sekarang masih ada diantara kita yang belum menyadari. Diantara kita mungkin ada bertanya buat apa itu dipelajari, mengapa guru kita memberikan tugas seperti ini. Tanpa disadari yang ingin dibangun sebenarnya adalah karakter kita. Karakter disini bukanlah berupa teori namun lebih daripada penanaman dalam diri kita yang selama ini dibangun. pengetahuan yang kita pelajari terkadang kita protes, untuk apa, membaca sudah cukup, menulis sudah cukup, toh saya ingin menjadi.

Sampai hari ini kita diantara kita masih ada yang bertanya untuk apa dulu ilmu A,B, atau C yang kita pelajari bertahun-tahun dan hari ini kita lupa, itu hanya menghabiskan waktu kita. Pikiran kita belum bangun, bangkit dan sadar untuk menyadarkan kita. Dan pertanyaan selanjutnya, bagaimana karakter kita hari ini apakah mengalami kemajuan atau mengalami kemunduran. Jika maju atau mundur apa yang menjadikan semua itu terbangun atau mundur.

Karakter lahir bukanlah dari belajar/ikut pelatihan sehari “ Pelatihan carakter Building” namun ia akan terbentuk dari Proses hidup kita yang kita bangun sepanjang tahun. Jika karakterta pemuda Indonesia sudah terbangun jangan biarkan ia rusak dalam sehari. Anda adalah penentu karakter anda.

Berbicara Karakter, Di kaum terpelajar kita menemukan banyak masalah baik yang berkasus maupun tidak yang banyak terlibat adalah pemuda. Semakin tinggi sebuah pohon maka semakin besar tekanan goncangan, maka akar harus semakin kuat. Kita selalu mengikuti arus padahal seharusnya ketika goncangan besar maka kita harus menguatkan akar. Mail(Mitra cendekia).

Seleksi Kapal Pemuda Nusantara 2013 (Sail Komodo)

Alhamdulillah, seleksi tahun ini mengalami peningkatan. peningkatan dari segi Pendaftar, Panitia yang terlibat, dan antusias dari berbagai pihak terutama pemerintah (Dispora SULSEL). Seleksi tahun ini terbagi 2 yaitu indoor (Wancara; Proposal, Wawasan global, wawasan bahari, Seni dan Bakat) dan outdoor (Lari dan renang). Terima kasih kepada semua pihak/kawan-kawan yang telah bekerja keras untuk suksesnya penyeleksian ini. Semoga yang terpilih menjadi icon Sulawesi Selatan dan lebih baik dari sail sebelumnya.
INDOOR TEST



 OUTDOOR TEST


 FOTO BERSAMA CALON PESERTA KPN SAIL KOMODO

Siapakah yang menjadi Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan???

Rabu, 23 Mei 2012

PULAU SAUGI, PANGKEP (MSP FIKP UNHAS)


MSP Menapaki PULAU SAUGI
                 Moment ini merupakan pertama kali saya menginjakkan lagi salah Pulau spermonde, Sulawesi Selatan yaitu melaui praktek lapang MSP dan Rehabilitasi. Pulau ini terletak di wilayah pangkep. Pulau ini masih memiliki sumberdaya yang beraneka ragam. Di tempat ini juga terdapat perusahaan pengolahan kepiting rajungan skala industry yang hasil olahannya dikumpulkan dari para pengepul dan nelayan setempat dan di ekspor keluar negeri sesuai permintaan.
                Praktek ini dilaksanakan pada hari libur yaitu kamis hingga jumat, 17-18 Mei  2012 sekitar 30 orangdan didampingi langsung oleh beberapa dosen utama dan beberapa asisten. kami mengelilingi pulau ini dan mengemati serta mewawancarai beberapa nelayan. Di tempat ini pekerjaan utama masyarakat adalah nelayan karena masih banyak sumberdayanya terutama kepiting.

 Memasuki Pelabuhan Pangkep

 Kepanasan

Seolah olah

Siap menaiki Kapal
 tumpukan pasir akibat pertemuan arus

 

 Cangkang kepiting dikeringkan

 Rajungan jantan dan Betina

 Nelayan makmur

               Karyawan
capit kepiting rajungan

jenis-jenis kepiting rajungan yang diolah

 Pemisahaan capit dan tubuh Rajungan

                Kepiting di sekitar pulau ini masih banyak dan jenisnya bermacam-macam tapi didominasi oleh kepiting rajungan. sehingga di pulau ini terdapat perusahaan industri kepiting ekspor ke berbagai negara partnership . perusahaan tersebut memimisahkan bagian kepiting sesuai dengan permintaan.